Top

RESERVOIR SIRANDA, PEMICU TERJADINYA PERTEMPURAN 5 HARI

RESERVOIR SIRANDA, PEMICU TERJADINYA PERTEMPURAN 5 HARI

Author: Mumtaz (Jurnalistik SMP Mutu Smart) 

14 Oktober 1945, awal dari Pertempuran 5 Hari di Semarang. Sudah berlalu 77 Tahun sejak kejadian itu, akan tetapi kita tidak boleh melupakan jasa-jasa para Pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, khususnya di Semarang.

Reservoir Siranda, bangunan tua yang berada di Jl. Diponegoro Semarang. Tepat berada di pinggir jalan raya dengan papan nama berwarna biru. Setiap orang yang melawatinya mudah untuk mengenalinya. Tempat itulah pemicu terjadi Pertempuran 5 Hari.

Pada masa perang revolusi, Reservoir Siranda merupakan saksi bisu dahsyatnya pertempuran lima hari di Semarang. Pada saat itu, cadangan air yang berada di sana diduga telah diracun oleh tentara Jepang.

dr. Kariyadi yang hendak mengecek kebenaran berita bahwa penampungan air telah diracun oleh Tentara Jepang, gugur ditembak dengan keji oleh Tentara Jepang di tengah perjalanan menuju Reservoir Siranda, tepatnya di Jl. Pandanaran. Sebenarnya, istri dari dr. Kariyadi melarang dr. Kariyadi untuk pergi mengecek kebenaran bahwa air di Reservoir Siranda telah diracun oleh Tentara Jepang. Akan tetapi, dr. Kariyadi memberi pengertian kepada istrinya, bahwa kita harus mengutamakan kepentingan masyarakat Semarang daripada kepentingan sendiri. Akhirnya istri dr. Kariyadi merelakan dr. Kariyadi pergi untuk mengecek kebenaran berita bahwa Reservoir Siranda telah diracun. Peristiwa pembunuhan dr. Kariyadi itulah yang memicu semangat para pemuda Semarang untuk melawan Tentara Jepang. Sehingga terjadilah Pertempuran 5 Hari di Semarang 

Reservoir Siranda dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912. Berfungsi untuk menampung air yang mengalir dari Moedal Gunungpati. Reservoir Siranda ini menyediakan air ke beberapa daerah di Semarang, yaitu Jl. Pemuda, Simpang Lima, dan kota bawah Semarang. 

Selain Reservoir Siranda, Pemerintah Belanda juga membangun 2 Reservoir lain, yaitu Reservoir Keploh dan Reservoir Jomblang.

Dari rangkaian cerita di atas, kita jadi lebih tahu, bahwa memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya itu tidaklah mudah. Kini saatnya kita sebagai pemuda penerus bangsa, harus mengisi kemerdekaan ini dengan apa yang kita bisa dan apa yang kita punya.

Partner :

Talk to us

024 3511901